Perhitungan baterai dan panel lampu jalan tenaga surya: energi dan kapasitas cadangan
Periode otonomi sistem tenaga surya ditentukan oleh neraca energi, bukan rupa panel. Tetapkan penggunaan malam dan jadwal peredupan dahulu, kemudian periksa produksi pada musim rendah di lokasi Indonesia sebenarnya. Contoh 50 W dan 12 V ini membedakan periode menyala dari jam setara daya penuh. Perhitungan adalah panduan pembelajaran, bukan garansi simpanan bagi setiap lokasi atau pengganti lembar data baterai.
Tenaga malam dan simpanan baterai
- Tukarkan jadwal malam kepada jam daya penuh untuk menghitung kapasitas baterai berguna yang diperlukan.
Contoh menyediakan empat malam, termasuk malam sebelum tiga hari produksi rendah. Lampu beroperasi 4 jam pada 100% dari 19:00 hingga 23:00 dan 7 jam pada 50%, yaitu 25 W, dari 23:00 hingga 06:00. Jadwal 11 jam setara dengan 4 + 7 × 0.5 = 7.5 jam daya penuh atau 375 Wh setiap malam.
Perhitungan tanpa pembulatan: 50 W × 7.5 jam × 4 malam = 1,500 Wh; 1,500 Wh ÷ 12 V = 125 Ah. Jika menggunakan 4.17 A yang dibulatkan × 30 jam, hasilnya 125.1 Ah; perbedaan hanya disebabkan pembulatan.
Toleransi kehilangan 15–25% dalam sumber perlu dikonfirmasi terhadap kabel, pengontrol dan driver sebenarnya. Kedalaman pengosongan daya diizinkan ditentukan oleh baterai serta pengontrol. Oleh karena itu, 125 Ah pada nominal 12 V adalah kebutuhan berguna ideal, bukan kapasitas label baterai yang pasti perlu dibeli.
Hasil penggunaan energi surya dan batasan perkiraan awal
- Menghitung daya panel fotovoltaik
Contoh mengandaikan 6 jam matahari puncak setara sehari; nilai sebenarnya bergantung pada musim serta lokasi. Jadwal LED 50 W berlangsung 11 jam tetapi setara dengan 7.5 jam daya penuh. Perkiraan panel dibuat melalui neraca energi dengan dua asumsi ini.
Perhitungan sumber mencampurkan 17.4 V panel dengan 12 V baterai. Maka ia tidak membuktikan panel 120 W pasti cukup, dan belum menghitung pemulihan setelah hari kurang cahaya. Dengan tambahan contoh 20%: 50 W × 7.5 jam × 1.20 = 450 Wh. Sebelum koreksi hasil sebenarnya dan kehilangan, 450 Wh ÷ 6 jam = 75 W hanyalah perhitungan awal.
Dalam pemilihan akhir, pastikan kebutuhan pengisian daya kembali, kehilangan sistem serta periode otonomi bersama.
- Hitung dahulu arus ideal bagi contoh ini.
Lampu 50 W yang menggunakan baterai 12 V memiliki arus ideal 50 ÷ 12 ≈ 4.17 A.
Gunakan periode produksi terendah di lokasi pemasangan
Minta lokasi dan musim yang digunakan untuk produksi dinyatakan bersama jam pencahayaan. Rata-rata tahunan saja tidak menjelaskan tenaga dalam periode simpanan diperlukan. Simpan asumsi bersama catatan perhitungan kapasitas.
Pisahkan tenaga untuk memenuhi satu malam biasa dari tenaga untuk mengisi kembali simpanan setelah cuaca buruk. Produksi yang cukup untuk penggunaan harian belum tentu cukup memulihkan baterai dalam periode sasaran. Masukkan kedua perhitungan dalam penawaran.
Data yang diperlukan untuk melengkapi perhitungan
Catat daya masukan sebenarnya lampu, periode setiap tahap peredupan, jumlah malam simpanan serta lokasi. Sertakan tegangan nominal, kapasitas berguna, batas suhu dan syarat pengisian daya/pengosongan daya baterai. Bagi panel, sebutkan daya, jenis pengontrol, kehilangan kabel, bayangan serta sasaran masa pengisian daya kembali.
Cocokkan data tenaga surya bulanan Indonesia dengan bayangan lokasi
Gunakan data produksi yang sesuai dengan lokasi dan bulan; jangan gunakan rata-rata satu kawasan untuk seluruh Indonesia. Data regional mungkin tidak memperhitungkan bangunan atau pohon di sebelah tiang. Periksa arah panel, kemiringan, bayangan musiman dan kotoran di lokasi. Dasarkan desain pada periode produksi rendah yang perlu dipenuhi, termasuk keadaan musim hujan setempat.
Dari label baterai kepada tenaga berguna
Wh nominal bukan tenaga yang selalu dapat dikirim kepada lampu. Kedalaman pengosongan daya diizinkan, suhu, penuaan, batas pemutusan pengontrol dan kehilangan sistem mengubah bagian berguna. Minta tenaga tersedia serta perhitungan otonomi dalam keadaan dinyatakan, bukan Ah saja. Jangan bandingkan Ah baterai berbeda tegangan secara langsung.
Jangan nilai penawaran hanya melalui Ah iklan atau watt panel. Wh berguna, batas pengisian daya/pengosongan daya, efisiensi pengontrol dan hasil setempat perlu dinilai bersama. Panel lebih besar dapat membantu tetapi tidak menjamin produksi setiap hari. Pastikan jumlah malam bagi jadwal operasi dan cara memulihkan simpanan melalui neraca energi yang mendokumentasikan asumsi.
